Rabu, 23 Maret 2011

Pengertian pendidikan

Apa itu pendidikan?
Istilah pendidikan berasal dari kata “didik” dengan memberikan awalan “pe” dan akhiran “kan” yang mengandung arti “perbuatan” (hal, cara dan sebagainya”. Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang berarti pengembangan dan bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan “tarbiyah” yang berarti pendidikan.[1]
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.[2]
Driyarkara mengatakan bahwa: Pendidikan ialah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. Pendidikan ialah pemanusiaan manusia muda (Ditjen Dikti, 1983/1984: 19).
Ki Hadjar Dewantara dalam Kongres Taman Siswa yang pertama pada tahun 1930 menyebutkan: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak; dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan bagian – bagian itu agar kita dapat mema-jukan kesempurnaan hidup, kehidupan dan penghidupan anak – anak yang kita didik selaras dengan dunianya.
Di dalam GBHN  tahun 1973 disebutkan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekola dan berlangsung seumur hidup.[3]

Apa saja faktor – faktor pendidikan?
1.    Faktor tujuan
2.    Faktor pendidik
3.    Faktor isi/materi pendidikan
4.    Faktor metode pendidikan
5.    Faktor situasi lingkungan




Apa fungsi dari pendidikan?
Fungsi pendidikan dalam arti mikro (sempit) ialah membantu (secara sadar) perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Fungsi pendidikan secara makro (luas) ialah sebagai alat:
a.    Pengembangan pribadi
b.    Pengembangan warga negara
c.     Pengembangan kebudayaan
d.    Pengembangan bangsa[4]

Apa saja komponen – komponen pendidikan?
P.H. Combs (1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan sebagai berikut.
·      Tujuan dan Prioritas. Fungsinya mengarahkan kegiatan sistem.
·      Peserta didik. Fungsinya ialah belajar
·      Manajemen atau Pengelolaan. Fungsinya mengkoordinasikan, mengarahkan, dan menilai sistem pendidikan.
·      Struktur dan jadwal waktu. Fungsinya mengatur pembagian waktu dan kegiatan.
·      isi dan Bahan Pengajaran. Fungsinya untuk menggambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.
·      Guru dan Pelaksana. Fungsinya menyediakan bahan pelajaran dan menyelenggarakan proses belajar untuk peserta didik.
·      Alat bantu belajar. Fungsinya untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan yang lebih menarik dan lebih bervariasi.
·      Fasilitas. Fungsinya untuk tempat terselenggaranya proses pendidikan.
·      Teknologi. Fungsinya memperlancar dan meingkatkan hasil guna proses pendidikan.
·      pengawasan mutu. Fungsinya membina peraturan – peraturan dan standar pendidikan.
·      Penelitian. Fungsinya untuk memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan penampilan sistem pendidikan.
·      Biaya. Fungsinya melancarkan proses pendidikan dan menjadi petunjuk tentang efesiensi sistem pendidikan. (Fu’ad Ihsan, Dasar – Dasar Kependidikan Komponen MKDk, Rineka Cipta,(Jakarta: 2008) Cet. Ke V, hal 5

Apa itu sistem?
Sistem dari bahasa Yunani (Sistema) yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.[5]


[1] Eneng Mushlihah, Ilmu Pendidikan Islam,Diadit Media, (Jakarta: 2010) Cet I, hal.1
[2] Himpunan perundang – undangan Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Undang – undang  Republik Indonesia Nomor 2003 Beserta Penjelasannya, Nuansa Aulia, (Bandung: 2008) Cet.I hal. 10
[3] Fu’ad Ihsan, Dasar – Dasar Kependidikan Komponen MKDk, Rineka Cipta,(Jakarta: 2008) Cet. Ke V, hal 5
[4] Lihat Fu’ad Ihsan, Dasar – Dasar Kependidikan Komponen MKDK
[5] Eneng Mushlihah, Ilmu Pendidikan Islam,Diadit Media, (Jakarta: 2010) Cet I, hal.123

1 komentar:

  1. "Selamat siang Bos 😃
    Mohon maaf mengganggu bos ,

    apa kabar nih bos kami dari Agen365
    buruan gabung bersama kami,aman dan terpercaya
    ayuk... daftar, main dan menangkan
    Silahkan di add contact kami ya bos :)

    Line : agen365
    WA : +85587781483
    Wechat : agen365


    terimakasih bos ditunggu loh bos kedatangannya di web kami kembali bos :)"

    BalasHapus